TEMA BUKU
 Bahasa & Sastra 
 Ekonomi Politik 
 Filsafat 
 Hukum 
 Internasional 
 Islam 
 Geografi 
 Budaya 
 Pariwisata 
 Pembangunan 
 Pendidikan 
 Politik 
 Psikologi 
 Sejarah 
 Sosial 
 Tata Negara 
 Wanita 
 Statistik 
 Teori dan Metodologi 
 Populer 


  I n f o    B u k u
 
HM Nasruddin Anshory ch & Dr. Dri Arbaningsih
Negara Maritim Nusantara, Jejak Sejarah yang Terhapus
x + 314 hlm; 14,5 x 21 cm
ISBN: 979-1262-13-6

Harga: Rp.50.000

Apakah kita terlahir dari generasi ?benua maritim??


Kedudukan Indonesia sebagai negara kepulauan telah diakui dunia internasional melalui Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 (United Nations Convention on the Law of the Sea 1982/UNCLOS 1982). Berdasar konvensi tersebut, wilayah laut yang dimiliki Indonesia menjadi sangat luas, yakni mencapai 5,9 juta km2, terdiri atas 3,2 juta km2 perairan teritorial dan 2,7 juta km2 perairan zona ekonomi eksklusif (ZEE). Luas perairan ini belum termasuk landas kontinen (continent shelf).

Di dalam wilayah perairan seluas itu tersebar berbagai kepulauan dengan puluhan ribu pulau kecil. Dengan itu, Indonesia sebenarnya bukan sekedar mampu mengklaim diri sebagai negara arki?pelago, bahkan dengan merujuk sejarah bangsa Mafilindo, wilayah ini dapat diperluas hingga mencakup wilayah Malaysia dan Filipina, sehingga menjadi suatu "benua" Nusantara. Demi pertahanan dan keamanan nasional masing-masing, benua prospektif ini patut menjadi perhatian bagi negara-negara yang berkepentingan.

Di dalam buku ini dikupas berbagai hal terkait wawasan kemaritiman Indonesia. Wawasan itu bisa dilacak sejak masa pra-kolonial, seperti orientasi Kera?jaan Mataram Sultan Agung yang bersifat darat; dan orientasi Kerajaan Majapahit yang bersifat laut yang mengantarkan lahirnya ?Sumpah Palapa? dari Mahapatih Gadjah Mada, suatu kesadaran tentang penyatuan Nusantara yang meman?faatkan laut sebagai sarana transportasi dan pertahanan. Di samping itu, dikupas pula perihal wawasan kontemporer menyangkut potensi sumber daya maritim yang kini telah terwariskan.

Melalui penuturan yang lugas, kajian buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu bacaan dan sumber acuan bagi para mahasiswa dan dosen, para pemerhati dan praktisi kebangsaan khususnya di bidang kepariwisataan, kemiliteran, dan kemaritiman, serta bagi khalayak umum yang berkehendak menguak kesadaran diri sebagai anak-anak dari ?benua maritim?.

Daftar Isi
    1. Pendahuluan
    2. Kerajaan Sriwijaya Sebagai Negara Maritim
    3. Perdagangan Pada Masa Kerajaan Majapahit
    4. Kraton Demak Membangun Tradisi Islam Maritim
    5. Sistem Pelayaran Kadipaten Pati
    6. Pusat Kerajinan Seni Ukir-Ukiran
    7. Dinamika Transaksi Dagang Kota Tuban
    8. Pintu Gerbang Pelabuhan Gresik
    9. Kota Metropolis Jawa Timur
    10. Sistem Pelayaran Masyarakat Madura
    11. Struktur Budaya Maritim Pasuruan
    12. Ujung Pesisir Jawa Timur
    13. Kota Pesisir Jawa Barat
    14. Mengembangkan Pelabuhan Nusantara
    15. Penutup
  • Daftar Pustaka
K o l e k s i    B u k u :
SEJARAH

Badruzzaman Busyairi
Tiga Kota Satu Pengabdian:
Jejak Perjalanan Yahya A. Muhaimin

H.M. Chatim Baidaie
Menyusuri Jejak Perjalanan Hidupku:
Dari Pesantren Tebuireng ke Pejabat Teras BPKP

M. Mas'udi Fathurrohman
Romo Kyai Qodir
Pendiri Madrosatul Huffadh Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta

Reni Nuryanti
The Best Young Researcher in Social dan Cultural of LIPI (2008)
Perempuan Berselimut Konflik:
Perempuan Minangkabau di Masa Dewan Banteng dan PRRI

HM Nasruddin Anshoriy Ch.
Anregurutta Ambo Dalle: Maha Guru dari Bumi Bugis

HM Nasruddin Anshory ch & Dr. Dri Arbaningsih
Negara Maritim Nusantara, Jejak Sejarah yang Terhapus

H.J. de Graaf dkk.
Cina Muslim di Jawa Abad XV dan XVI: Antara Historisitas dan Mitos

Bambang Sulistyo
Pemogokan Buruh: Sebuah Kajian Sejarah

Carol C. Gould
Demokrasi Ditinjau Kembali

Burhanuddin Daya
Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam: Kasus Sumatra Thawalib
 Copyright © 2017
Website designed by
Penerbit Tiara Wacana