TEMA BUKU
 Bahasa & Sastra 
 Ekonomi Politik 
 Filsafat 
 Hukum 
 Internasional 
 Islam 
 Geografi 
 Budaya 
 Pariwisata 
 Pembangunan 
 Pendidikan 
 Politik 
 Psikologi 
 Sejarah 
 Sosial 
 Tata Negara 
 Wanita 
 Statistik 
 Teori dan Metodologi 
 Populer 


  I n f o    B u k u
 
Bambang Sulistyo
Penginderaan Jauh Digital:
Terapannya dalam Pemodelan Erosi Berbasis Raster

xiv + 140 hlm; 17 x 24,5 cm
ISBN: 978-602-97622-6-6

POD (Published on Demand)

Upaya perbaikan kondisi lingkungan melalui program rehabilitasi lahan kritis akan terlaksana dengan baik sepanjang dapat diperoleh informasi yang akurat tentang distribusi dan jumlah lahan kritis. Salah satu data yang diperlukan adalah mengenai penyebaran erosi. Umumnya erosi diprediksi dari suatu model, dan USLE (Universal Soil Loss Equation) dipilih sebagai model oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Namun penggunaan USLE ini dinilai memiliki ketidakpastian yang tinggi lantaran metode berbasis vektor yang digunakannya banyak melibatkan penyederhanaan dalam analisisnya.

Kelemahan ini sebenarnya berangkat dari lokasi pengembangan USLE sendiri, yakni di daerah pertanian Amerika Utara yang memiliki karakteristik iklim sedang, topografi tidak bergunung-gunung, dengan sistem pertanian dan konservasi yang konsisten. Kenyataan inilah yang mendorong perlunya dilakukan modifikasi dalam menggunakan USLE di luar wilayah Amerika Utara. Beberapa modifikasi amat diperlukan, khususnya dalam menentukan besarnya masing-masing variabel penyusun persamaan USLE sehingga akan diperoleh perkiraan erosi yang lebih memadai. Dalam konteks modifikasi inilah Penginderaan Jauh Digital telah dimanfaatkan sebagai perangkat masukan ke dalam USLE. Melalui buku ini, akan dikemukakan tatacara operasional dalam pemodelan spasial erosi berbasis raster melalui integrasi antara data Penginderaan Jauh Digital dan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG).

Daftar Isi
    Bab I
    Pendahuluan
      1.1. Latar Belakang Masalah
      1.2. Perumusan Masalah
      1.3. Susunan Buku

    Bab II
    Erosi dan Pemodelannya
      2.1. Hubungan Erosi dan Lahan Kritis
      2.2. Sebab dan Akibat Terjadinya Lahan Kritis
      2.3. Pemodelan Spasial Erosi

    Bab III
    Data Penginderaan Jauh Digital Dalam Pemodelan Erosiberbasis Raster
      3.1. Citra Satelit Landsat 7 Enhanced Thematic Mapper Plus (ETM+) sebagai Masukan Pemodelan Spasial Erosi
      3.2. Tahap Pengolahan Citra Landsat 7 ETM+ 24

    Bab IV
    Sistem Informasi Geografis Dalam Pemodelan Erosi Berbasis Raster
      4.1. Sistem Informasi Geografis (SIG)
      4.2. Model Data Keruangan dalam SIG
      4.3. Interpolasi Spasial
      4.4. Analisis SIG dalam Pemodelan Spasial Erosi Berbasis Raster LS)

    Bab V
    Pengumpulan Data Dalam Pemodelan Erosi Berbasis Raster
      5.1. Pengumpulan Data Primer
      5.2. Pengumpulan Data Sekunder

    Bab VI
    Integrasi Citra Landsat 7 Etm+ Dan Sig Dalam Pemodelan Erosi Berbasis Raster
      6.1. Kajian Erosi dengan Memanfaatkan Data Penginderaan Jauh
      6.2. Integrasi Citra Landsat 7 ETM+ dan SIG dalam Pemodelan Erosi Berbasis Raster

    Bab VII
    Pemodelan Erosi Berbasis Raster Di Das Merawu Kabupaten Banjarnegara
      7.1. Deskripsi DAS Merawu
      7.2. Data/Peta yang Diperlukan, Piranti Lunak, Piranti Keras serta Tahapan Penelitian
      7.3. Hasil Penyusunan Basis Data dalam Pemodelan Spasial Erosi Berbasis Raster
      7.4. Pemodelan Erosi Berbasis Raster
      7.5. Sumbangan Teoretis Hasil Penelitian Terhadap Model Erosi
      7.6. Kesimpulan dan Saran

    Daftar Pustaka
    Lampiran
K o l e k s i    B u k u :
GEOGRAFI

Bambang Sulistyo
Penginderaan Jauh Digital:
Terapannya dalam Pemodelan Erosi Berbasis Raster
 Copyright © 2017
Website designed by
Penerbit Tiara Wacana