TEMA BUKU
 Bahasa & Sastra 
 Ekonomi Politik 
 Filsafat 
 Hukum 
 Internasional 
 Islam 
 Geografi 
 Budaya 
 Pariwisata 
 Pembangunan 
 Pendidikan 
 Politik 
 Psikologi 
 Sejarah 
 Sosial 
 Tata Negara 
 Wanita 
 Statistik 
 Teori dan Metodologi 
 Populer 


  I n f o    B u k u
 
Badruzzaman Busyairi
Tiga Kota Satu Pengabdian:
Jejak Perjalanan Yahya A. Muhaimin

lxvi + 350 hlm; 15 x 23 cm
ISBN: 978-979-1262-53-8

Harga: Rp.150.000

Sejarah kadangkala lebih nampak sebagai akumulasi dari sejumlah biografi. Buku kecil ini sangat mungkin menjadi salah satunya, sekalipun sebagian yang dipaparkan masih merupakan proses sejarah yang belum final. Disusun dalam kerangka biografi yang utuh, meliputi kupasan kepribadian, kekuatan sosial yang mendukung, lukisan sejarah zaman, serta keberuntungan dan kesempatan yang dialami, buku ini mengajak pembaca untuk memahami tiga dimensi kehidupan Yahya A. Muhaimin: perjalanan akademik, kehidupan sosial politik, dan atmosfer humanitasnya.***

  • M. Amien Rais :
    "Mungkin karena kami berdua sebaya dan satu generasi, ditambah latar belakang keluarga yang tidak jauh berbeda, kami mudah menjalin persahabatan yang panjang dan awet. Banyak teman yang menyatakan rahasia persahabatan yang panjang, awet dan stabil itu karena "tidak ada dusta di antara kami berdua" ... kami berdua sesungguhnya saling komplementer, saling melengkapi. Hal ini dapat saya rasakan sewaktu Mas Yahya menjadi Ketua Jurusan Hubungan Internasional dan kemudian menjadi Dekan Fisipol UGM. Demikian juga ketika kami memimpin Muhammadiyah dan sewaktu aktif di Partai Amanat Nasional, Mas Yahya sering menginjak rem kuat-kuat kalau saya mau menginjak gas terlalu cepat."

  • Nono Anwar Makarim :
    "Anak luar biasa dari Dukuhturi ini membuat lompatan quantum sampai tiga kali dalam waktu relatif singkat. Sekali ketika ia sebagai teenager santri langsung mendarat di bible belt Amerika Serikat. Lompatan kedua dilakukannya dari UGM ke MIT. Yang benar-benar ajaib adalah lompatannya dari status dosen menjadi menteri. Sungguh pantas dibuatkan biografi."

  • Akbar Tanjung :
    "Beliau merupakan pengamat politik dan kemiliteran di Indonesia yang konsisten menyandarkan pada jalur keilmiahan, dan tidak terpengaruh oleh kepentingan kekuasaan. ... Yang menarik juga, meskipun Prof. Yahya pernah memegang berbagai posisi yang cukup penting, saya melihat Prof. Yahya ... tetaplah sosok yang sederhana dan rendah hati, pribadinya santun dan tidak membuat jarak dengan orang yang diajak bicara."

  • Moh. Mahfud MD :
    "Dari masyarakat Indonesia di AS, saya mendengar bahwa sebagai seorang pejabat, Pak Yahya ini orangnya terbuka dan merakyat. Rumah dinasnya di Washington sempat mendapat julukan "rumah rakyat", satu-satunya rumah pejabat Kedubes RI di AS yang mendapat julukan ini karena selalu terbuka untuk dikunjungi warga negara Indonesia yang berada di negeri Paman Sam itu. Pantas saja banyak yang merasa "kehilangan", ketika Pak Yahya pulang ke Indonesia."

  • AM Luthfi :
    "Yahya A. Muhaimin ternyata bukan tipe manusia penakut. Sikapnya yang teguh, konsisten, istiqomah terus berlanjut hingga sekarang (2012) dengan tetap menjalin hubungan dan terlibat dalam lembaga yang dibangun dan dikembangkan oleh Pak Natsir semasa hidupnya."

  • Taufiq Ismail :
    "ada dua hal yang sangat ingin saya ketahui. Pertama yaitu mengapa YAM dipilih oleh Abdurrahman Wahid menjadi Mendiknas, padahal dia bukan dari NU? Kedua, bagaimana prosesnya sampai YAM dipecat dari kepengurusan DPP PAN, dan bagaimana persahabatannya dengan Amien Rais? Kedua hal tersebut terjawab dalam buku ini."

Daftar Isi
    Sambutan-Sambutan
    • Menjelang Persahabatan Emas
      ~ M. Amien Rais
    • Yahya Dalam Tiga Episode
      ~ Nono Anwar Makarim
    • Intelektual yang Sederhana dan Konsisten
      ~ Akbar Tanjung
    • Pak Yahya, Akademisi-Aktivis yang Tawadhu'
      ~ Moh. Mahfud MD
    • Masjid Kampus dan Gerakan Walisongo Baru
      ~ A.M. Luthfi
    • Anak Bumiayu di Lautan Ladang Jagung
      ~ Taufiq Ismail
    • Pak Yahya Sosok yang Khas
      ~ Haedar Nashir
    • Prof. Yahya, Inspirator Intelektual yang Santun dan Bersahaja
      ~ Dedy Permadi
    • Pak Yahya, Sosok Guru dengan Dedikasi Tiada Akhir
      ~ Ayudia Dwi Prabandini
    Bab I.
    Kenangan Masa Kecil
    1. Kampung yang Asri
    2. Orang-Orang yang Taat
      • Mengenal Kakek dan Nenek
      • Perguruan ' Ta'allumul Huda'
      • Mengenal Ayah yang Tegas dan Ibu yang Lembut
    3. Masa Kanak-Kanak: Dua Tanggal Lahir, Dua Sekolah
      • Lahir di Bulan Penuh Berkah
      • Masuk Madrasah dan Sekolah
      • Tidak Jadi Berangkat ke Filipina
      • Duduk di Bangku SMP
      • Membantu Berdagang di Pasar
    Bab II.
    Ketika Benih Mulai Tumbuh
    1. Lima Kali Masuk SMA
    2. Bermukim di Iowa, Sea of Corn
      • Mencari Masjid di Iowa
      • Pluralisme Tanpa Basa-basi: Musala di Puasa Ramadhan Mengenal Masyarakat Petani Modern
      • Yahya dan Gereja
      • Perlunya Wawasan dalam Hidup
      • Bersekolah di SMA CCHS
    Bab III.
    Merajut Pengabdian di Dunia Akademik
    1. Kuliah di Dua Kampus : UGM dan IAIN
      • Kuliah di UGM
      • Interval untuk Menikah & Membina Rumah Tangga
      • Dinamika Menulis Skripsi: Hubungan Sipil di Indonesia
      • Skripsi Terbaik
      • Singgah di IAIN Yogyakarta
    2. Studi di MIT
    3. Masalah Somasi dan Plagiat
      • Disomasi Keluarga Cendana
      • Dukungan Berbagai Kalangan: dari Pengacara, hingga Dunia Persilatan
      • Diselesaikan dengan Baik: Pengalaman Berdiplomasi
      • Tentang Plagiat
    Bab IV.
    Memasuki Dunia Pergerakan
    1. Memasuki Kepanduan
    2. Bergabung dengan HMI
    3. Di Dalam Organisasi Muhammadiyah
      • Memasuki IMM
      • Amat Hormat pada Pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah
      • Pembaharuan Muhammadiyah di Bawah Pak AR
      • Perubahan Kemana?
    4. Fokal IMM
    5. Aktif dalam Persyarikatan Muhammadiyah
      • Maksud dan Tujuan Muhammadiyah
      • Aktif dalam Persyarikatan Muhammadiyah
      • Amal Usaha Muhammadiyah
    Bab V.
    Menjadi Menteri di Era Reformasi
    1. Dinamika Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid
      • Umur Pendek Kabinet
    2. Menjadi Menteri Pendidikan Nasional
      • Ditawari Menjadi Menteri
    3. Berbagai Kemelut Pendidikan di Tanah Air
    4. Langkah-Langkah Mengatasi Kemelut Pendidikan
    5. Rancangan Undang-Undang Sisdiknas yang Menegangkan
      • Awal Penolakan
      • Dukungan Kalangan Islam
      • Diganjal dari Dalam
      • Pandangan Yahya A. Muhaimin
    6. Mengingatkan Presiden
    Bab VI.
    Antara Bumiayu, Yogyakarta dan Jakarta
    1. Bumiayu, Yogyakarta, Jakarta
      • Menikahkan Putera-Puterinya
      • Mengajar Itu Naluri, dan Juga Tradisi
      • Percakapan Sore Hari
    2. Konsisten
      • Kelompok "Kanan Tengah"
    3. Hobi, Seni dan Olahraga
    4. Persahabatan dengan Gus Dur
      • Penunjukan Menjadi Menteri
      • Gus Dur dan SBY
      • Libur Bulan Ramadhan dan Resimen Mahasiswa
      • Sisi Lain tentang Gus Dur
    5. Persahabatan dengan Amien Rais
      • Persahabatan dalam Era Orde Baru
      • Persahabatan dalam Partai Politik
      • Lima Menit yang Menegangkan
    Bab VII.
    Pemikiran dan Gagasan Yahya A. Muhaimin
    1. Bisnis dan Politik: Kebijaksanaan Ekonomi Indonesia Tahun 1950-1980
    2. Peranan Militer dalam Politik
      • Dari Masa Kemerdekaan hingga Reformasi
      • Mengapa Militer Memainkan Peranan Politik?
      • Militer Indonesia Mulai Bermain Politik: 1945-1948
      • Peranan Politik Militer Tahun 1959-1966
      • Masa Pemerintahan Presiden Soeharto:Modern Military Oligarchy atau Military Bureaucratic Authoritarian?
      • Masa Pemerintahan Presiden Habibie: Masa Transisi ke Reformasi
      • Periode Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid: Langkah Berat ke Supremasi Sipil
      • Periode Pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri: Mencari Format Hubungan Sipil-Militer
    Curriculum Vitae
    Kepustakaan
    Indeks
K o l e k s i    B u k u :
SEJARAH

Badruzzaman Busyairi
Tiga Kota Satu Pengabdian:
Jejak Perjalanan Yahya A. Muhaimin

H.M. Chatim Baidaie
Menyusuri Jejak Perjalanan Hidupku:
Dari Pesantren Tebuireng ke Pejabat Teras BPKP

M. Mas'udi Fathurrohman
Romo Kyai Qodir
Pendiri Madrosatul Huffadh Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta

Reni Nuryanti
The Best Young Researcher in Social dan Cultural of LIPI (2008)
Perempuan Berselimut Konflik:
Perempuan Minangkabau di Masa Dewan Banteng dan PRRI

HM Nasruddin Anshoriy Ch.
Anregurutta Ambo Dalle: Maha Guru dari Bumi Bugis

HM Nasruddin Anshory ch & Dr. Dri Arbaningsih
Negara Maritim Nusantara, Jejak Sejarah yang Terhapus

H.J. de Graaf dkk.
Cina Muslim di Jawa Abad XV dan XVI: Antara Historisitas dan Mitos

Bambang Sulistyo
Pemogokan Buruh: Sebuah Kajian Sejarah

Carol C. Gould
Demokrasi Ditinjau Kembali

Burhanuddin Daya
Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam: Kasus Sumatra Thawalib
 Copyright © 2017
Website designed by
Penerbit Tiara Wacana